Aku Bukan Siti Nurbaya….

Gw pikir yg namanya perjodohan itu cm ada di jaman dahulu kala n di film2 aja. Klo dulu di tanah minang ada yg namanya Siti Nurbaya. Mungkin Siti merupakan salah satu dr korban "Perjodohan" orang tua walau sebenarnya dia sudah punya seseorang yg dia cintai tp krn desakan org tua sehingga Siti dg berat hati hrs menurutinya.

Tp itu kisah jaman dulu. Sekarang jaman demokrasi n tiap org punya hak untuk menentukan pilihannya. Apalagi soal jodoh. Sekarang ini untuk seorang perempuan (apalagi di Jakarta) pernikahan bukanlah hal penting lagi apalagi mematok umur seseorang untuk menikah. Usia 25 th merupakan hal yg biasa di Jakarta ini bagi perempuan untuk tetap melajang. Kenapa? Karena di umur seperti itulah biasanya perempuan baru bisa menikmati kehidupan. Mungkin banyak yg berfikiran kenikmatan hidup itu akan lebih nikmat klo bs dibagi dg org yg kita cintai. Hmmm… apa berbagi itu hanya bs dilakukan dg suami? Tentu Tidak!! Kita bs berbagi dg keluarga dan teman2 dekat kita. Mereka adalah harta berharga buat kita (para lajang).

Semalam mymom cerita klo dia baru aja ketemu dg seorang tmn lamanya. Ternyata tmn mom itu sama2 "a widow" dan skrg dia tinggal dg anak laki2 satu2nya yg berusia 30 th. Setelah mymom cerita ttg kabar ku n mybro, tmn mymom jg cerita ttg anak laki2 satu2nya yg ternyata blm menikah. Kabar buruknya ternyata tmn mymom berniat utk menjodohkan aku dg anaknya karena dia berfikir kalau dia harus mewariskan semua hartanya kepada anaknya maka harta itu dapat terjaga dg baik apabila kedua keluarga sudah kenal dg dekat.

Damn!!!… Bagaikan petir di siang hari!!

Sepertinya kejadian "Siti Nurbaya" akan terulang kembali. Selain keluargaku dan tmn2 dkt ku aku udh punya seseorang yg aku sayangin. Memang aku dan "masku" sama2 belum berfikiran utk melanjutkan hubungan kita ke tahap pernikahan karena semuanya tidak semudah yg dibayangkan. Tapi aku jg ga mau jadi anak durhaka.

Aku bukan Siti Nurbaya ….tp aku jg ga mau jd Malin Kundang!!! Hiks..hiks…

Leave a Reply