Archive for March, 2006

Nonton “Berbagi Suami” ga nyesel…

Monday, March 27th, 2006

Kalau ada film indo yg gw jagoin bakal jd nominasi "piala citra" 2006 itu ya "Berbagi suami". Waktu liat cuplikannya sih ga terlalu menarik, krn senin kmrn jadwal nomat n gw udh no idea mo nonton apa jd dg isengnya tmn gw beli karcis "berbagi suami".

Ceritanya ttg…Salma seorang dokter yg kehidupannya mapan tp ia hrs berjuang mempertahankan keutuhan keluarganya walaupun suaminya ternyata telah menikah lagi dg perempuan yg lebih muda. Nadin anak semata wayang salma yg menjadi alasannya utk ttp menjalani kehidupan poligami dan nadin tumbuh menjadi anak yg menentang poligami.

Sedangkan Siti, gadis jawa yg bercita2 punya kehidupan yg lbh baik di Jakarta. Tinggal di rumah Pak Lik nya dg kedua istrinya membuat siti terbiasa dg kehidupan poligami. Tp siti tdk menyangka kalau ia akan dinikahakan oleh Pak Lik nya. Hubungan siti dg kedua istri pamannya justru semakin akrab setelah ia menjadi istri ketiga. Hingga pd akhirnya ia memutuskan utk kabur dr rumah itu bersama istri kedua pamannya yg ternyata ia cintai.

Ming seorang gadis muda keturunan tionghoa yg terkenal sbg "kembang" bekerja di restoran bebek panggang milik Koh Abun. Koh Abun yg jg menjadi koki di restorannya memiliki hasrat untuk memiliki Ming tp karena ia mempunyai istri yg galak bernama Cik Linda ia pun menunda utk meminang Ming hingga istrinya pergi ke Amerika utk menemui ke2 anaknya yg tinggal disana. Ming menerima pinangan Koh Abun dan minta dibelikan apartemen dan mobil. Tp malang nasib Ming pd akhirnya Koh Abun meninggalkannya dan Ming kembali tinggal di kontrakan.

Gaya hidup Salma, Siti dan Ming berbeda dan mereka tak saling mengenal satu sama lain namun mereka terkadang bertemu dan berpapasan di salah satu sudut kota Jakarta ini tanpa menyadari kalau mereka mempunyai masalah kehidupan yg sama.

Menurutku film ini bukan mendukung adanya Poligami atau hubungan sejenis tp lebih kepada realita yg ada. Kalau memamg kita ga setuju dg Poligami so don’t you be like that! Tp kalau km memang tidak bs menahan hasrat utk menikah lebih dari 1 kali yah itu hak kalian selama kalian bs berbuat adil. Jgn memaksakan kehendak dan harus berfikir jauh sebelum mengambil keputusan.

Tp film ini baguuuss bgt!! Banyak lucunya hehe… Two thumbs up for Nia Dinata..

Aku Bukan Siti Nurbaya….

Thursday, March 23rd, 2006

Gw pikir yg namanya perjodohan itu cm ada di jaman dahulu kala n di film2 aja. Klo dulu di tanah minang ada yg namanya Siti Nurbaya. Mungkin Siti merupakan salah satu dr korban "Perjodohan" orang tua walau sebenarnya dia sudah punya seseorang yg dia cintai tp krn desakan org tua sehingga Siti dg berat hati hrs menurutinya.

Tp itu kisah jaman dulu. Sekarang jaman demokrasi n tiap org punya hak untuk menentukan pilihannya. Apalagi soal jodoh. Sekarang ini untuk seorang perempuan (apalagi di Jakarta) pernikahan bukanlah hal penting lagi apalagi mematok umur seseorang untuk menikah. Usia 25 th merupakan hal yg biasa di Jakarta ini bagi perempuan untuk tetap melajang. Kenapa? Karena di umur seperti itulah biasanya perempuan baru bisa menikmati kehidupan. Mungkin banyak yg berfikiran kenikmatan hidup itu akan lebih nikmat klo bs dibagi dg org yg kita cintai. Hmmm… apa berbagi itu hanya bs dilakukan dg suami? Tentu Tidak!! Kita bs berbagi dg keluarga dan teman2 dekat kita. Mereka adalah harta berharga buat kita (para lajang).

Semalam mymom cerita klo dia baru aja ketemu dg seorang tmn lamanya. Ternyata tmn mom itu sama2 "a widow" dan skrg dia tinggal dg anak laki2 satu2nya yg berusia 30 th. Setelah mymom cerita ttg kabar ku n mybro, tmn mymom jg cerita ttg anak laki2 satu2nya yg ternyata blm menikah. Kabar buruknya ternyata tmn mymom berniat utk menjodohkan aku dg anaknya karena dia berfikir kalau dia harus mewariskan semua hartanya kepada anaknya maka harta itu dapat terjaga dg baik apabila kedua keluarga sudah kenal dg dekat.

Damn!!!… Bagaikan petir di siang hari!!

Sepertinya kejadian "Siti Nurbaya" akan terulang kembali. Selain keluargaku dan tmn2 dkt ku aku udh punya seseorang yg aku sayangin. Memang aku dan "masku" sama2 belum berfikiran utk melanjutkan hubungan kita ke tahap pernikahan karena semuanya tidak semudah yg dibayangkan. Tapi aku jg ga mau jadi anak durhaka.

Aku bukan Siti Nurbaya ….tp aku jg ga mau jd Malin Kundang!!! Hiks..hiks…